Thursday, January 10, 2008

Kehidupan Berbeza

Saya terfikir tentang satu perkara yang mungkin boleh membuat orang lain juga terfikir. Saya terfikir tentang kehidupan...

Saya seorang yang dididik menjadi Akauntan. Pekerjaan pertama saya sebagai seorang Auditor menjadikan saya seorang yang rigid. Saya hanya percaya kepada 'facts and figures'. Boleh dikatakan saya juga seorang yang begitu mementingkan prinsip hidup.

Kehidupan saya sebagai pekerja di sektor korporat menjadikan saya seorang yang pentingkan diri sendiri. Saya juga cukup cepat melenting, sesuai dengan sifat saya yang agak panas baran. Bagi saya, jika saya rasa apa yang saya lakukan benar, saya pasti akan mempertahankan apa yang saya katakan walau dengan apa cara sekalipun. Saya rasa itulah diri saya dan saya bangga dengannya.

Selepas 14 tahun di sektor korporat, saya ceburkan diri dalam bidang perniagaan. Saya jalankan perniagaan di tapak-tapak promosi di gedung-gedung perniagaan, dan saya mula bergaul dengan mereka yang tidak langsung datang dari latar belakang seperti saya. Saya jadi buntu bila terpaksa berhadapan dengan orang-orang yang mentalitinya berbeza dengan saya. Saya terpaksa bertengking-tengking waktu berurusan dengan mereka-mereka yang IQ Zero, dan juga tersenyum di hadapan pelanggan, biarpun pada waktu yang paling tidak menggembirakan saya. Kehidupan sebagai peniaga cukup asing buat saya. Ia tidak menggembirakan saya walaupun wangnya boleh membuat saya gembira. Bagaimanapun, saya berubah menjadi manusia yag agak lembut. Tidak lagi cepat melenting dan rajin melawan. Situasi mengubah karekter saya.

Kini, telah dua tahun saya menjadi pensyarah. Saya dikelilingi rakan-rakan yang hampir kesemuanya punya Masters' degree dan PhD. Sepatutnya saya gembira dengan situasi di mana kami semua sama 'taraf'. Namun, bukan itu yang terjadi. Saya seolah-olah diasak untuk menjadi orang bodoh. Otak saya buntu, sebuntu-buntunya. Niat awal saya untuk mendidik anak bangsa kadang-kadang dipesongkan dengan segala macam tekanan yang amat menyakitkan minda dan hati saya. Saya yakin ini hanya di sini...bukan di tempat lain....Namun yang pasti, saya bukan lagi saya yang dulu. Saya jadi semakin pendiam dan menerima segalanya seadanya. Harapnya saya tidak menjadi pendendam....

6 comments:

idham said...

suria....pertama nya selamat hijrah 1429. semoga dengan hijrah ini - akan meredakan ledakan rasa, dan melapangkan rasa di dada.

"do a job u love - and u don't hv to work another day" ada saya pernah terbaca quotation di atas, lupa dari siapa.

"build a career around ur life - not ur life around ur career" another quote.

MengaJAR - Is a noble profession. Lots of work, but often under appreciated.Especially di Malaysia.

Saya doakan Suria lebih berjaya dan gembira sempena tahun baru hijrah ini.

Mungkin ....kita, jiwa kita, dan kemahuan kita juga berubah dengan usia.....mungkin yang kita cari itu berebdza dengan yang kita cari sewaktu dulu-dulu.

Wallahuaklam....

idham

Anak Rawa said...

Niat awal saya untuk mendidik anak bangsa kadang-kadang dipesongkan dengan segala macam tekanan yang amat menyakitkan minda dan hati saya. Saya yakin ini hanya di sini...bukan di tempat lain....Namun yang pasti, saya bukan lagi saya yang dulu. Saya jadi semakin pendiam dan menerima segalanya seadanya. Harapnya saya tidak menjadi pendendam....

Wahai Puan Suria
I am shock with the above statement.I thought you wanted to run away from the hectic schedule and took up lecturing. How sure are you what you are facing is the worse there is. I have learn a lot from what Allah had tested me if you know who I am. You cannot have the best of everything but you can make the best of what you have, So make good of it. Allah knows best so never have doubt or second thoughts. We might aspire to be what we want to be but Allah says that is not the best for you. I wanted to be an engineer but end up being an Insurer - Takaful

Jgn sekali-kali jadi pendendam. Naik kan makam redha Puan. Terima hakikat bahawa semua yg berlaku pada kita telah diatur oleh Allah. Kita cuma berusaha utk jadi apa yg kita mahu tetapi Allah yg akan tentukan. Beristighfar, Berzikir dan byk kan solat taubat. Sekurang2nya kita dapat buang anasir2 yg byk mengganggu dalaman kita. Akhirkata Selamat Maal Hijrah dari saya dan keluarga

p/s blog saya - Anak Rawa

K. said...

Salam Puan...
Sedihnye bila membaca coretan you tu, mcm org dah hampir putus asa, kecewa dgn apa yg berlaku akhir2 ini kpd you... Bersabarlah ye ;)
Apapun, I pasti u r such a strong lady, never give up things easily and always persistent in nature. I faham kenapa u rasa agak kecewa, as things don't quite turn up the way you want it, kan?
Well, thats quite natural..thats life my dear. I'm sure you understand life more than I do, I know...
I tetap doakan moga you terus tabah dan terus bersemangat untuk mengubah nasib diri you dan bangsa kita yg amat memerlukan sumbangan kita...insyaAllah.
We are in the same boat Suria, fighting for our survival and doing jihad for the ummah.
May God give us the strength and the guidance continuously.. :)

K. said...

Ops...if you are not so sure,
k. is you friend who've just opened his new restaurant at Sg. Buloh... ok ;)

Pak Ngah: said...

:: salam... kekadang kita "mencari sesuatu" tapi kita tidak pasti apa yang "kita cari"... dan kekadangnya kita tersilap membuat pilihan yang sepatutnya adalah yang terbaik... dan kekadangnya juga kita "terpengaruh" dengan keadaan sekitar... lalu menjadilah kita sebagai "bukan diri kita"... wallahu'alam...

Suria Kelang said...

Terimakasih sahabat-sahabat semua. Saya tahu saya punya ramai mereka yang menyayangi saya di luar sana...